Kamis, 30 Januari 2014

Sybil, Kisah Nyata Gadis dengan 16 Kepribadian

Buku ini bercerita tentang Sybil , seorang gadis (berusia 37 tahun-an) yang mengalami perpecahan kepribadian sejak kecil. Setelah seringkali mengalami black out / benar2 lupa atas kejadian yang telah dialami, Sybil pun berobat ke psikiater, Dr Wilbur. Dari sanalah diketahui bahwa didalam tubuh Sybil terdapat 16 “orang” yang lain yang sering “mengambil alih” tubuh Sybil sehingga Sybil mengalami black out. Mereka adalah: Clara, Helen, Marcia, Marjorie, Mary, Mike (laki-laki), Nancy Lou Ann Baldwin, Peggy Ann Baldwin, Peggy Lou Baldwin, Ruthie, Sid (laki-laki), Sybil Ann, Sybil Isabel Dorsett, Vanessa Gaile, Victoria Antoniette Shcarleu (Vicky) dan pribadi terakhir yang tak diketahui namanya.

Semua pribadi, agar lebih enak saya sebut personal saja :D, yang sama sekali tidak diketahui sybil, seolah-olah merupakan orang lain yang memakai raga sybil dan mereka ‘mengenal’ sybil dengan baik. Personal-personal itu juga memiliki usia yang berbeda-beda, hobi berbeda, Bahkan tingkat keyakinan terhadap agama yang berbeda. Pada saat diskusi dengan Dr. Wilbur, personal-personal itu sering muncul dan menyebabkan sybil bertanya kepada dokter, “apa yang telah saya lakukan?”. Personal-personal itu, dalam dialog dengan Dr Wilbur juga sering merasa kasihan kepada Sybil , yang tidak bisa marah, ceria dan bahkan menangis saat ia seharusnya melakukan sehingga mereka sesekali merasa perlu muncul ke permukaan menggantikan peran Sybil. Masing-masing personal itu benar-benar “menggantikan” peran sybil, sampai kepada hafalan perkalian, kemampuan menyanyi,seni menggambar dlsb sehingga membuat orang2 disekitarnya merasa heran kenapa Sybil yang kemarin begitu hafal perkalian ,ceria , tenang dan cerdas dan tanpa sebab mendadak melupakan semuanya dan menjadi seorang pemurung atau seseorang yang pemarah atau bahkan kekanak-kanakan .

Setelah Sybil ,yang kehadirannya diwakili oleh personal yang lain, menjalani psikoanalisa oleh Dr Wilbur, ditemukanlah trigger-trigger mengapa kepribadiannya pecah. Sybil mendapat siksaan yang luar biasa dari sang ibu , yang mengidap schizoprenia, sejak kecil tanpa pencegahan dari sang ayah sedikitpun. Hal itu, secara tidak langsung membuat sybil tidak mampu mengungkapkan kemarahan, kesedihan dan emosinya. Selain itu, nilai2 yang dianut secara ketat oleh orangtua sybil, namun kadang dinafikkan secara vulgar dihadapan sybil juga menjadi salah satu pemicu munculnya personal-personal lain dalam dirinya, personal-personal yang tidak terima akan penerimaan sybil terhadap lingkungan yang menekan dan mengabaikan dirinya.

Akhirnya setelah 11 tahun melakukan psikoanalisa, Dr. Wilbur berusaha menyamakan usia seluruh personal melalui hipnotis dan berusaha meyakinkan sybil untuk memenuhi keinginan-keinginan masing2 personal. Seperti kenyataan bahwa sybil sangat membenci ibunya yang telah menyiksanya, yang dinafikkan oleh Sybil karena norma mengatakan bahwa seorang anak tidak boleh membenci ibunya. Dan Sybil yang sebelumnya tidak bisa marah, tidak bisa menangis pun akhirnya bisa mengungkapkan emosi-emosinya. Hal ini pun berhasil membuat personal-personal lain untuk menerima kondisi sybil, seperti Vicky yang sebelumnya selalu berharap ibunya akan datang menjemputnya dari Paris, akhirnya mengakui bahwa Hattie Dorsett / Ibu Sybil adalah ibunya juga. Perlahan-lahan, trauma-trauma lain dibuka dan pada akhirnya Sybil pun berhasil mengungkapkan emosinya dan berhasil menolak penekanan-penekanan terhadap dirinya. Dan seiring waktu berlalu, semakin banyak personal yang menyatukan diri sebagai Sybil sehingga Sybil pun menjadi Sybil yang satu.

Di akhir buku, dikisahkan bahwa Dr. Wilbur, seusai menyembuhkan Sybil, tetap memfokuskan diri pada perawatan kepribadian majemuk, sekalipun tidak ada yang sekompleks Sybil. Bahkan dalam beberapa kasus ,hasil pengukuran EEP (Electro Encephalogram) masing2 personal berbeda antara satu dengan lain. Kebanyakan personal-personal yang majemuk mengalami lingkungan inti (keluarga) yang histeria, serba mengharamkan, dan kekanak-kanakan sehingga Dr Wilbur beranggapan bahwa kepribadian majemuk adalah suatu cara untuk menghindari larangan dan penekanan dari lingkungannya. Namun penyebab utama kepribadian majemuk tetap saja masih belum diketahui karena ada orang-orang yang berada di lingkungan yang sama, namun tidak mengalami gejala kepribadian majemuk.

Buku ini, sekalipun ditulis melalui proses wawancara dengan Sybil dan Dr Wilbur, setelah saya mencoba mencari referensi di wikipedia memang ada yang meragukan semua faktanya karena dr. Wilbur sendiri tidak pernah menerbitkan hasil rekam medisnya dengan sybil dalam jurnal manapun. Tapi sebagai sebuah bacaan ,anggap aja sebuah novel, cukup menarik karena berasal dari kisah nyata yang memiliki keunikan tersendiri.


 http://pribadidewa.wordpress.com/2008/04/29/sybil-kisah-nyata-gadis-dengan-16-kepribadian/

Arti Kepribadian Dibalik Wajah Seseorang

Bentuk wajah bukan hanya dapat mengungkap kepribadian dan masa depan anda tapi juga apakah anda serasi dengan pasangan anda. Berikut karakter dan sifat yang dapat diungkap dari wajah anda;


1. ALIS. Dapat menunjukkan pola pikir anda.
  • Bila anda memiliki alis dengan pangkal tebal lalu menepis di ujung menunjukkan anda sangat berbakat dalam memulai proyek-proyek baru.
  • Alis yang dimulai dengan pangkal tipis dan berakhir dengan ujung lebih tebal menunjukkan orang yang berbakat mengikuti detail.
  • Jika alis anda tebal berarti menunjukkan kekuatan intelektual
  • Bila anda memiliki alis tipis tipis menunjukkan intensitas mental.
  • Bentuk alis yang lurus menunjukkan bahwa anda adalah orang yang baik, estetis tapi jika jaraknya terlalu dekat ke mata.
  • Bila alis anda terlalu tebal berarti anda adalah orang yang mudah marah dan tidak sabar.
  • Alis yang agak menunjuk ke telinga memberi arti bahwa anda adalah orang yang senang sikap ramah.
2. TELINGA. Menunjukkan bagaimana anda merancang realita dan bagaimana anda bereaksi secara tidak sadar terhadap hal-hal di sekitar anda.
  • Bila telinga anda panjang maka menunjukkan bahwa anda memiliki kemampuan mendengarkan yang luar biasa.
  • Jika telinga anda ukurannya sedang maka menunjukkan keluwesan dalam mendengarkan.
  • Tetapi jika telinga anda pendek maka menunjukkan kecenderungan bukan hanya mengumpulkan informasi tapi juga memperhatikannya secara serius.
  • Bentuk telinga anda yang menyudut ke dalam biasanya berarti anda mudah menyesuaikan diri.
  • Sedangkan telinga yang menyudut ke luar menunjukkan bahwa anda ragu mengikuti aturan masyarakat.
  • Untuk telinga anda yang letaknya lebih tinggi dibandingkan alis maka menunjukkan bahwa anda orang yang ingin berprestasi tinggi.
3. HIDUNG. Menunjukkan bagaimana anda mengelola uang dan apa yang membuat anda beda sebagai pekerja.
  • Hidung pendek menunjukkan bakat kerja keras.
  • Hidung panjang menunjukkan ketrampilan perencanaan dan strategi yang istimewa.
  • Hidung lurus menunjukkan sistematis.
  • Hidung melengkung mengungkapkan kreativitas.
  • Hidung berjendul menunjukkan pekerjaan anda maju mundur.
  • Hidung besar menunjukkan kemampuan mencari uang.
  • Jika lubang hidung lebih tertutup daripada terbuka, orang ini berkemungkinan lebih besar mempertahankan kekayaannya.
4. MULUT. Mencerminkan ekspresi diri .
  • Bentuk bibir penuh, pintar membuat percakapan jadi terbuka lebar dan bisa mengungkapkan sesuatu yang memalukan.
  • Bibir yang tipis menunjukkan bahwa anda lebih pintar dalam menyimpan rahasia pribadi.
  • Bibir yang pendek dapat menunjukkan bahwa anda lebih menyukai percakapan satu arah.
  • Anda memiliki bibir yang panjang maka menunjukkan bahwa kemampuan bicara dengan banyak orang.
  • Bila anda memiliki bibir penuh dan cuping telinga besar dapat menunjukkan bahwa anda adalah orang yang sangat sensual.
  • Bibir atas yang tipis menunjukkan orang yang kurang afeksi sedangkan bibir bawah lebih penuh menunjukkan menerima tantangan.
5. DAGU DAN RAHANG. Secara bersama-sama atau terpisah bisa mengungkapkan etika, kemampuan membuat keputusan serta cara mengatasi konflik.
  • Rahang yang lebar dapat menunjukkan bahwa anda cenderung lebih fisik daripada mental. Begitu juga sebaliknya jika rahang anda sempit. Sedangkan dahi tinggi menunjukkan pemikir sedangkan dahi bulat menunjukkan idealistis.
  • Hati-hati, ada baiknya anda berhati-hati dengan orang yang memiliki bibir atas yang menonjol keluar ke atas bibir bawah terutama jika bibir atasnya tipis. Karena orang seperti ini kemungkinan mempunyai sifat mencari mangsa.
  • Anda juga harus waspada dengan orang yang memiliki wajah berhidup luar biasa lancip dan menurun, bibir hampir tidak terlihat, mata kecil dan tulang pipi tinggi dengan sedikit daging. Karena orang yang memiliki bentuk wajah ini memiliki sifat yang kejam.
 http://www.duniapsikologi.com/arti-kepribadian-dibalik-wajah-seseorang/

Tiga komponen cinta (triangular theory of love) Robert Sternberg







  1. Keintiman – Yang meliputi perasaan keterikatan, kedekatan, keterhubungan, dll.
  2. Passion – Yang meliputi antara cinta yang romantis dan daya tarik seksual.
  3. Komitmen – Yakni keputusan untuk tetap bersama pasangan dalam waktu yang panjang.  
     
    Kombinasi yang berbeda dari ketiga komponen menghasilkan berbagai jenis cinta. Misalnya, kombinasi keintiman dan komitmen dalam cinta kasih penuh kasih sayang (compassionate love), sedangkan kombinasi gairah dan keintiman menyebabkan gairah cinta (passionate love).
    Sternberg memperkenalkan istilah cinta sempurna (consummate love) untuk menggambarkan kombinasi antara keintiman, gairah dan komitmen. Hubungan yang dibangun pada dua individu akan lebih sempurna jika didasarkan pada kombinasi ketiganya. Meskipun begitu, Sternberg menyangsikan adanya cinta yang sempurna di dunia ini, bagaimana dengan anda? hehe...

    Robert J. Sternberg, “Triangulating Love”, in T. J. Oord ed. The Altruism Reader (2007)

Minggu, 18 Agustus 2013

Gangguan Tidur : Insomnia dan Apnea Tidur ( Sleep Apnea )

Gangguan tidur yang umum terjadi adalah insomnia. Insomnia adalah gangguan tidur dimana seseorang seseorang secara terus menerus mengalami gangguan tidur atau bangun terlalu cepat. Ini mungkin terjadi secara sporadic saja sebagai reaksi terhadap perasaaan yang meluap-luap atau gangguan emosional. Insomnia kadang-kadang juga berhubungan dengan kondisi-kondisi fisik, seperti keletihan yang hebat, perubahan perlengkapan-perlengkapan tidur, perubahan-perubahan makanan utama sehari-hari, dan juga pemakaian obat perangsang yang berlebihan. Kadang kala obat-obatan yang ditetapkan untuk penyakit lain dipakai oleh individu sehingga mengakibatkan tidak bisa tidur. Insomnia sering kali dilihat sebagai simpton orang dewasa, tetapi ditemukan juga pada anak-anak, dan apabila tetap berlangsung, maka harus dilihat sebagai gangguan yang berat, gangguan tidur yang kadang terjadi pada anak-anak boleh dianggap sebagai reaksi terhadap kesulitan dan tekanan hidup yang rutin.
Suatu gangguan tidur yang berat dan sulit ditangani adalah apnea tidur (sleep apnea), yakni pernapasan berhenti untuk sementara. Hal inilah yang menyebabkan orang tidur mendengkur dan merupakan salah satu penyebab sindrom kematian bayi yang terjadi secara tiba-tiba (sudden infant death syndrome/SIDS) atau “crib death”. Apnea tidur terjadi karena saluran pernapasan tersumbat atau otak berhenti mengirimkan sinyal-sinyal kepada diagfragma (rongga sekitar badan antara dada dan perut) yang menyebabkan pernapasan terhenti. Gangguan saluran pernapasan ini kadang-kadang berkaitan dengan obesitas, dengan demikian apnea tidur bisa disembuhkan dengan melakukan diet.
Penyebab
Faktor-faktor yang menyebabkan insomnia adalah kegelisahan, ketakutan, perasaan bersalah, dan perasaan cemas atau stress sebagai antisipasi terhadap peristiwa-peristiwa yang akan datang. Insomnia dapat terjadi sebagai reaksi simpton yang sederhana atau mungkin berkaitan dengan kondisi-kodisi psikiatrik lain, seperti reaksi kecemasan (kecemasan neurosis), depresi dan mania. Dalam hal-hal seperti itu kekuatan insomnia akan berhubungan dengan gangguan emosi yang berat. Perkembangan simptomatik insomnia rupanya berhubungan dengan ciri-ciri khas kepribadian, dan tipe-tipe konflik. Coleman dalam meringkas serangkaian penyelidikan, menyatakan bahwa insomnia sering kali berkaitan dengan suara hati yang kaku, dan kecenderungan-kedenderungan kearah depresi dan hukuman terhadap diri sendiri. Ia mengidentifikasikan konflik antara keinginan dan larangan-larangan moral sebagai hal yang menyebabkan insomnia yang merupakan akibat dari perasaan bersalah dan takut akan dihukum.
Penanganan
Simpton insomnia dapat dikurangi dengan berbagai macam obat. Tetapi masalahnya ada dua: apabila penyebab yang mendasarinya tetap ada dan obat harus digunakan dalam jangka waktu lama, maka dosisnya harus ditambah; disamping itu menggunakan pil tidur akan menjadi kebiasaan dan minum obat menjadi kondisi yang diperlukan supaya dapat tidur. Dengan demikian akan terjadi ketergantungan psikologis dan fisik. Dari sudut pandang kesehatan mental, Penyebab psikodinamik yang mendasati insomnia harus diketahui dan penanganannya harus diarahkan untuk menghilangkan atau menguranginya. Seringkali usaha psikoterapis (tanpa diarahkan semata-mata pada simpton) sangat berguna untuk menghilangkan insomnia. Selain apa yang dikemukakan diatas, individu yang mengalami gangguan tersebut harus berusaha juga sebelum tidur pada malam hari berada pada keadaan santai dan jangan mengamati jam atau menantikan saat tidur dengan gelisah.
Apabila seseorang menemukan orang yang tidur mendengkur dengan keras, maka mungkin ia mengalami apnea tidur dan harus dianjurkan untuk mendapat pengobatan medis karena kalau dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan jantung. Tetapi pemakaian obat-obatan harus berada dalam pengawasan dokter, karena obat-obatan tersebut sama seperti obat-obat depresan lainnya yang bisa menimbulkan bahaya karena menekan refleksi-refleksi normal yang berfungsi membangunkan orang tidur bila pernapasannya berhenti.
Bayi yang dinyatakan oleh dokter sebagai penderita yang berisiko mengalami SIDS dapat diawasi dengan menggunakan elektroda-elektroda yang dipasang pada dada bayi tersebut dan dihubungkan dengan alarm yang dipasang disamping tempat tidur bayi, dan alarm itu akan berbunyi jika pernapasan bayi melemah. Para ahli juga mengemukakan bahwa resiko SIDS dapat dikurangi dengan menempatkan bayi itu pada posisi telentang pada waktu tidur.

Referensi:
Samiun, Yustinus. 2006. Kesehatan Mental. Yogyakarta: Kanisius
Carol Wide & Carol Tavris. 2007. Psikologi. Jakarta: Erlangga
 
 http://www.psychologymania.com/2011/10/gangguan-tidur-insomnia-dan-apnea-tidur.html

Kebutuhan Tidur Manusia

Kebutuhan tidur manusia berbeda-beda untuk setiap tingkatan umur. Jadi kebutuhan tidur bayi misalnya, berbeda dengan kebutuhan tidur orang dewasa. Jumlah tidur yang dibutuhkan pada usia 0-2 bulan, 10,5-18 jam perhari. Sifat tidur pada usia ini yaitu pola tidur yang tidak teratur (hingga usia 6-8 minggu) yang berhubungan dengan rasa lapar, periode tidur yang multipel pada siang dan malam hari, tidurnya bersifat aktif seperti tersenyum, menghisap, pergerakan badan.
Kebutuhan tidur untuk anak usia 2-12 bulan . Jumlah tidur yang dibutuhkan sekitar 14-15 jam sehari. Sifat tidur yaitu jumlah tidur malam bertambah, pola tidur mulai terlihat, tidur siang yang awalnya berjumlah 3-4 kali berubah menjadi 1-2 kali di akhir tahun pertama.
Jumlah tidur yang dibutuhkan pada usia 1-3 tahun adalah 12-14 jam (tidur siang antara 1,5-3,5 jam). Sifat tidur yaitu tidur di pagi hari semakin berkurang pada usia sekitar 18 bulan. Perlu dilanjutkan rutinitas waktu tidur, tetapkan waktu, dorong anak untuk berani tidur sendiri, diperhatikan transisi dari tidur di tempat tidur bayi ke tempat tidur biasa.
Jumlah tidur yang dibutuhkan pada usia 3-5 tahun sekitar 11-13 jam dalam sehari. Tidur siang biasanya tidak ditemukan lagi pada akhir tahun kelima, pada saat ini mungkin dapat timbul ketakutan di malam hari.
Jumlah tidur yang dibutuhkan pada usia 5-12 sekitar 10-11 jam dalam sehari. Semakin meningkatnya kegiatan anak dapat mengakibatkan berkurangnya tidur. Pengaruh televisi, komputer dan keadaan medis dapat mengganggu tidur. Waspadai adanya masalah tidur yang persisten dan keadaan mengantuk di siang hari.
Jumlah tidur yang dibutuhkan pada usia 12-18 tahun adalah sekitar 7-9 jam dalam sehari. Dalam waktu remaja ini, mereka berhadapan dengan peningkatan aktivitas dan kurang tidur (Viginia Academy of Sleep Medicine).
http://www.psychologymania.com/2012/12/kebutuhan-tidur-manusia.html
 

Rabu, 31 Juli 2013

Kepribadian Menurut Analisis Gambar Pohon

Anda mungkin pernah diminta gambar pohon saat ikut tes psikologi. Para ahli psikolog sejak lama menggunakan analisis gambar untuk mengetahui pemikiran, hasrat dan opini yang membuat seseorang berperilaku dengan cara tertentu. kini anda juga bisa menggunakanya untuk kepentingan yang sama. Menemukan sisi terpendam dari kepribadian anda bisa membuat lebih bahagia. Coba buat gambar pohon dan temukan penjelasannya tentang anda.

Bagian atas pohon membulat

Anda melihat situasi secara keseluruhan
Anda tertarik pada detail. Anda menghargai orang, tempat, dan hal-hal untuk kesan keseluruhan yang mereka ciptakan. Anda juga cenderung menyimpan penilaian anda sampai mendapatkan semua fakta.
Kita lebih bahagia:
Orang-orang kemungkinan menyalahgunakan kedermawanan anda. Jadi, sebelum menyetujui sebuah permintaan, tanya pada diri sendiri apakah anda benar-benar bisa memberikan waktu atau mengerahkan upaya.

Gambar pohon berbentuk segitiga atau pohon cemara

Anda berorientasi pada detail
Anda gigih dan bekerja keras untuk meraih prestasi tinggi. Anda tahu, hal-hal kecil itu pentng, sama seperti gambar pohon anda yang berbentuk segitiga dan menyerupai tangga ke puncak, anda juga menapaki tagga sukses
Kiat lebih bahagia:
Karena anda selalu melihat ke massa depan, anda mungkin tidak melihat sudah berapa jauh anda melangkah. Ambil waktu 10 menit untuk mengucapkan selamat kepada diri sendiri untuk segala sesuatu yang sudah anda raih.

Gambar hewan di sekitar pohon

Anda pengasuh dan pemelihara
Gambar hewan di atau sekitar pohon mengungkapkan anda memikirkan orang lain disamping diri sendiri. Anda berhati dermawan yang selalu membuat orang lain merasa senang.
Kiat lebih bahagia:
Anda meningkatkan ego orang lain tapi menolak pujian yang diberikan kepada anda. Terima kata-kata baik dan simpan di dalam hati. Dan anda akan menemukan, anda bisa memberi lebih kepada orang lain.

Gambar pohon berbunga atau berbuah

Anda bekerja keras meraih prestasi tinggi
Buah atau bunga melambangkan buah dari hasil kerja anda. Gambar pohon seperti ini mengungkapkan, anda bangga dengan prestasi atau pencapaian anda. Gambar pohon ini juga mengatakan anda otimistik, bahwa peluang-peluang akan terus bermekaran untuk anda di masa depan.
Kiat lebih bahagia:
Segala sesuatu yang anda sentuh mendatangkan keuntungan. Tapi anda sering menunggu peluan-peluang untuk menemukan anda. untuk melipatgandakan sukses anda, coba cari prospek terpendam.

Pohon dengan banyak cabang

Anda ekstrovert
Cabang pohon melambangkan hubungan anda dengan dunia luar. Banyak cabang menandakan anda punya jaringan besar, teman dan sanak famili. Itu seba6bnya, anda senang jika orang tua dan sanak famili datang kerumah tanpa memberitahu terlebih dahulu.
Kiat ebih bahagia:
Anda cenderung meniadakan waktu untu sendiri, padahal meluangkan waktu beberapa jam seminggu bisa mengisi ulang energi dan membantu anda lebih bisa menemani teman atau keluarga.

Tak ada cabang atau sedikat cabang

Anda ndividualis
Anda mandiri dan bahagia dengan hanya sedikit teman. Anda hangat dan perhatian ketika bersama mereka, tapi anda juga senang jika sendiri.
Kiat lebih bahagia:
Anda tak suka meminta dan memaksa sehingga anda ragu menghubungi orang lain di saat perlu bantuan. Padahal dengan memberi mereka kesempatan untuk membantu anda disaat anda sulit bisa membuat anda jadi lebih dekat dengan mereka.

Gambar pohon dengan akar

Anda sangat bertanggung jawab
Anda orang yang realistis, menggunakan akal sehat dalam menjalani hidup yang punya hubungan kuat dengan keluarga, rumah dan bahkan dengan karier anda. Anda sangat puas dengan tempat anda bekerja saat ini. Anda senang dengan hidup anda dan tidak mengubah apa pun untuk anda.
Kiat lebih bahagia:
Anda sering anggap remeh perbaikan kecil yang dapat membuat lingkungan anda menjadi lebih menyenangkan. Misalnya bantal baru, atau bihlam yang lebih terang unuk lampu baca. Jadi, cobalah periksa sekali sebulan.

Gambar pohon tanpa akar

Anda mandiri dan beban
Anda melakukan apa yang anda inginkan ketimbang mengikuti apa yang dilakukan orang lain. Anda fleksibel dan spontan, tipe orang yang pandai bergaul dan mersa senang dimana pun anda berada. Anda menyukai perubahan dan tantangan dan selalu mencari hal-hal yang menggairahkan berikutnya.
Kiat lebih bahagia:
Anda lebih pandai dalam memulai ketimbang menyelasaikannya. Jadi, tetapkan tujuan yang mudah diraih dan wujudkan.

Gambar pohon berdaun rindang

Anda ahli mengerjakan berbagai tugas sekaligus
Dedaunan melambangkan ide-ide. banyak daun menandakan anda senangmenangani beberapa proyek secara sekaligus. Dedaunan juga menunjukkan estetikaitu penting untuk anda. Anda senang jika bisa menampilkan diri anda yang terbaik.
Kiat lebih bahagia:
Anda cenderung terlalumencemaskan apa yang dipikirkan orang lain. Saat berhadapan dengan keputusan, coba ikuti kata hati anda karena bisa memberikan arah yang tepat dan membuat anda merasa lebih senang.

Gambar pohon dengan sedikit atau tanpa daun

Anda antusias pada bidang atau aktivitas tertentu
Jika gambar pohon anda hanya punya sedikit daun, anda berkemungkinan lebih besar hanya punya sedikit minat atau kesukaan, tapi mengerjakannya secara antusias. Anda tahu keunggulan atau keistimewaan anda dan senang mengembangkan bakat ini sampai sebesar-besarnya.
Kiat lebih bahagia:
Anda sangat rendah hati sehingga menutupi bakat-bakat anda. coba tampilan dan anda akan mendapat tanggapan positif.

http://sumber-informasikita.blogspot.com/2010/07/kepribadian-menurut-gambar-pohon.html

Mengenal Diri Lebih Dekat

Mungkin kamu merasa Tuhan telah menghianati dirimu…
Mungkin kau merasa orang yang sangat kau hormati, telah menyakiti hatimu..
Dan mungkin kau merasa orang yg paling kau sayangi juga telah tidak setia lagi padamu…
Dan mungkin juga sanak saudara serta handai taulanmu telah membuangmu….

Namun…
Yakinlah…
Masih ada seseorang yang setia mendampingimu…
Mau menerima dirimu apa adanya, dengann segala kelemahan diri yang kau punya…
Selalu siap sedia memberikan dukungannya padamu….

Dialah dirimu sendiri…
Sejatinya dirimu….
Daya Hidupmu…….
Yang senantiasa bersamamu….
Maka kenali, dekati, dan sayangi dia…
#Edisi Ngaji Fitroh#

“Mengenal Diri sendiri adalah awal dari semua kebajikan.”Aristotle.
SELF TALK
Salah satu cara untuk lebih mengenal diri sendiri adalah dengan meyadari dialog diri. Mengutip Franklin P. Jones, penulis kutipan motivasi Amerika Serikat, “Satu keuntungan dari berbicara pada diri sendiri adalah Anda tahu setidaknya diri Anda sendiri yang mendengarkan.”

Fritz Simon, seorang psikiater Jerman pernah mengatakan bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang tidak bisa berhenti berbicara untuk diri mereka sendiri. Namun, bukan berarti, berbicara sendirian menandakan orang itu gila.
Sebuah penelitian berbasis di Amerika Serikat pun mengungkap bahwa berbicara dengan diri sendiri ternyata memiliki manfaat tersembunyi, apa manfaatnya?
Seorang peneliti dan psikolog kognitif di University of Wisconsin-Madison, Gary Lupyan, pun menyatakan bahwa berbicara dengan diri sendiri bermanfaat bagi otak.
Sebuah studi baru awal tahun 2012, dipublikasikan oleh Quarterly Journal of Experimental Psychology, psikolog Gary Lupyan dari University of Wisconsin-Madison dan Daniel Swingley dari University of Pennsylvania melakukan serangkaian percobaan untuk mengetahui apakah berbicara dengan diri sendiri dapat membantu ketika seseorang ingin mencari sebuah objek.
Penelitian ini terinspirasi oleh pengamatan bahwa orang sering terdengar bergumam kepada diri mereka sendiri ketika mencoba untuk menemukan sesuatu.
Dalam percobaan pertama, peserta diperlihatkan 20 foto dari berbagai objek dan diminta untuk mencari satu di antaranya. Dalam beberapa percobaan, peserta melihat label teks berisikan perintah menemukan sebuah objek atau benda. Dalam uji coba lain, subyek yang sama diminta untuk mencari lagi dengan memperbolehkan mereka mengatakan kata pada diri mereka sendiri.
Penelitian ini menemukan bahwa seseorang yang berbicara pada diri mereka sendiri akan lebih cepat menemukan apa yang hendak mereka cari.
Para peneliti menemukan bahwa peserta yang mengulang nama benda dengan lantang, mampu menemukan lebih cepat daripada yang tidak mengulang nama benda yang dicari. Tak jarang, saat kehilangan sebuah benda, seseorang cenderung mengingat kembali saat sebelum barang tersebut hilang, dengan berbicara kepada diri sendiri. Ternyata itu cukup membantu.
Dalam sebuah percobaan tindak lanjut, peserta melakukan tugas belanja virtual di mana mereka melihat foto-foto barang yang biasa ditemukan di berbagai supermarket dan diminta untuk menemukan sebuah barang secepat mungkin.
Peserta akan diminta untuk menemukan buah apel, atau sebuah botol kecap. Di sini juga, peserta berbicara pada diri mereka sendiri tentang nama objek yang dicari. Misalnya, mengatakan kecap saat mereka mencari kecap akan sangat membantu, sedangkan mengatakan kecap saat mencari deodoran akan benar-benar memperlambat pencarian. “Bila Anda kehilangan kunci Anda, Anda mungkin ingin bergumam ‘kunci kunci kunci’ kepada diri sendiri sambil mencari kunci dan Anda akan mendapatkannya,” kata Gary Lupyan.
Secara umum, mengungkapkan suatu kata dalam sebuah bahasa bukan hanya suatu sistem komunikasi, tapi bahkan berdebat dengan diri sendiri bisa meningkatkan persepsi, membuat otak aktif berfikir,” ujar Lupyan seperti dikutip laman Times of India, Sabtu, 5 Mei 2012.
Hasil penelitian Lupyan ternyata telah diterapkan di dunia bisnis, olahraga, kinerja, dan keberhasilan psikologi, kedokteran, hiburan dan untuk penelitian otak. Seperti dalam kasus seni bela diri, jelas Dr Dayal Mirchandani, seorang psikiater.
Ketika seniman bela diri melakukan tendangan dan pukulan, sering disertai dengan teriakan keras. Itu semacam bicara dengan diri sendiri, bermanfaat membantu menjaga fokus dan meningkatkan energi“.
Seorang petinju asal India juga merasakan manfaat berbicara pada diri sendiri saat dirinya menghadapi pertandingan, dan ternyata bisa memotivasi diri.
“Saya sering bicara pada diriku sendiri di ruang ganti sebelum pertandingan untuk menenangkan syaraf. Saya biasanya melakukan terus mengatakan pada diriku sendiri bahwa ‘Saya yang terbaik ‘. Hal ini bukan suatu kegilaan jika Anda berbicara pada diri sendiri,” kata seorang petinju asal India bernama Vijender Singh.
Refleksi emosi
Sebenarnya selama otak masih aktif bekerja, kita selalu berbicara dengan diri sendiri, umumnya dalam batin, tidak disuarakan. Ketika kita menimbang pilihan, menenangkan diri waktu terkejut atau marah, atau berdoa, kita berbicara dengan diri sendiri.

Sesekali kita berbicara bersuara, ketika menghayati kondisi emosi intens, misalnya saat tiba-tiba menemukan solusi yang ditunggu-tunggu, saat marah. Saat teringat seseorang yang sangat dirindukan, mungkin kita ingin merealisasikan harapan akan kebersamaan dengan membayangkan ia ada dan mengajaknya berbicara. Saat intens berpikir kita kadang bicara bersuara, dan mungkin jadi lebih jelas mengenai alternatif penyelesaiannya.
Berbicara dengan suara keras ke diri sendiri jarang dilakukan. Mungkin lebih sering terjadi ketika kita tertekan, tegang, kacau, singkatnya berpikiran penuh, seperti ada pergolakan di batin yang menuntut untuk dikeluarkan. Bayangkan panci berisi air mendidih yang tutupnya bergerak-gerak kencang, bahkan mungkin dapat terlempar karena tekanan kuat dari bawah. Jelas di sini, bicara menjadi cara penyaluran emosi.
Jadi, berbicara kepada diri sendiri bisa merupakan hal sangat normal, dapat pula merefleksikan persoalan psikologis yang memerlukan perhatian serius. Kita sendiri yang dapat menetapkan, apakah yang terjadi pada kita merupakan hal wajar saja, atau sudah berlebihan sehingga mengindikasikan kekacauan batin yang memerlukan bantuan ahli untuk mengatasi?
Ketika dalam keadaan sangat tertekan dan tegang, percakapan batin mungkin keluar dalam bentuk bicara sendiri, yang bila berlebihan akan membuat takut diri sendiri dan orang lain. Bila itu halnya, kita perlu menenangkan diri, merenung (mungkin dengan bantuan orang lain juga) untuk lebih mengerti sumber ketegangan dan kekacauan pikiran kita. Menenangkan diri dapat dilakukan, misalnya, dengan cara olah napas, meditasi, dan mengembangkan visualisasi yang menenangkan batin.
Positif
Aktivitas itu akan menjadi gangguan psikologi bila manusia bicara sendiri sebagai respons terhadap halusinasi atau delusi. Halusinasi adalah gangguan persepsi dalam bentuk (merasa) melihat atau mendengar tanpa ada rangsang nyata, misalnya kita mendengar suara-suara berisik, orang menertawakan orang lain, atau melihat figur tertentu yang orang lain tidak mendengar atau melihatnya.

Delusi secara sederhana dapat diartikan sebagai adanya keyakinan kuat tentang suatu hal akibat penilaian realitas yang salah. Misalnya kita yakin sedang dikejar-kejar dan akan dibunuh, atau sebaliknya, ada seorang aktor sangat hebat (yang sebenarnya tidak mengenal kita) yang jatuh cinta kepada kita. Bila demikian halnya, kita harus meminta bantuan psikolog klinis dan psikiater untuk memfasilitasi penenangan batin dan pengobatan.
Bila kita menilai diri atau dunia secara negatif, kita akan bicara dalam bahasa atau kalimat negatif (”aku selalu gagal”, ”aku tidak dicintai” atau ”dunia ini buruk”, ”tidak ada yang diharapkan lagi”, ”yang jahat harus dibasmi”). Sementara itu, penilaian diri positif akan mengembangkan percakapan diri yang juga positif.
Karena sebenarnya manusia selalu bicara dengan dan kepada diri sendiri, kita perlu mengolah fenomena ini secara konstruktif demi kesejahteraan psikologis kita. Penanganan psikologi cukup sering menganjurkan kita mengembangkan self-talk yang positif untuk mengubah pikiran negatif, memotivasi diri, mengembangkan gambaran diri atau dunia yang lebih baik, mendorong gerak konstruktif melakukan sesuatu. Self-talk positif menjadi bentuk afirmasi, kalimat berulang yang kita sampaikan kepada diri sendiri untuk menguatkan diri.
Kita mengubah dari negatif menjadi positif, misalnya dari ”aku selalu gagal” menjadi ”aku sedang menyelesaikan tugasku secara bertahap”; dari ”aku tidak dicintai” menjadi ”aku menyayangi diriku sendiri dan sedang membuat diriku menjadi lebih baik”; dari ”dunia ini buruk” menjadi ”memang banyak sekali masalah sekarang ini tapi aku masih bisa melakukan hal-hal positif di lingkungan terdekatku sendiri”.
Ada hubungan saling memengaruhi antara pikiran, perasaan dan perilaku, dan kita dapat memulai dari mana saja untuk mengembangkan kondisi diri yang lebih positif. Bicara secara positif kepada diri sendiri menjadi salah satu cara untuk membuat diri menjadi lebih bahagia.